Kamis, 15 Maret 2012

Sahabat Baik

Hanya mengutip,, :) Bergaul dengan orang saleh merupakan keutamaan, sedangkan mengikuti jejak langkah mereka adalah suatu kewajiban. Waspadalah dari kawan yang buruk, yaitu kawan yg jika engkau ingin dekat dgn Allah SWT maka dia tak dapat membantumu, dan jika engkau melupakan Allah SWT maka dia tak mau mengingatkanmu. Sahabatmu yang menasehatimu adalah sahabat yang sayang padamu sehingga ingin kebaikan bagimu, adapun sahabat yang membiarkanmu dalam kesalahan tanpa menasehatimu adalah sahabat yang telah menipumu. Imam Ibn Qudamah menjelaskan dalam kitab Mukhtasar Minhajul Qashidin, bahwa ada empat kriteria yang patut menjadi pedoman dalam memilih teman. [1]. Aqidahnya benar. [2]. Akhlaqnya baik. [3]. Bukan dengan orang yang tolol atau bodoh dalam hal berprilaku. Karena dapat menimbulkan mudharat. [4]. Bukan dengan orang yang ambisius terhadap dunia atau bukan orang yang materialistis.. — bersama Iffa Saiank Jiffa dan 3 lainnya.

Minggu, 30 Oktober 2011

Video Pasing Menggunakan kaki bagian dalam


Nama : Ikhbar Bahjatya
NIM  : 09601241067
Kelas  : PJKR B 2009
Mata Kuliah : Teknologi Pembelajaran Penjas
Dosen : Pa. Saryono

MAteri Renang Inti Latihan Gerakan Meluncur

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata pelajaran             : Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Alokasi Waktu            : 20 Menit

A.    Kompetensi Dasar
Melakukan gerakan meluncur dengan tahapan dan gerakan yang benar dan memahami manfaat gerakan meluncur yang baik dan benar.
B.     Indikator
·         Melakukan gerakan meluncur dalam air  dalam bentuk permainan dan tekhnik sebenarnya.
·         Mampu membedakan gerakan meluncur yang benar dan salah.
·         Menanamkan rasa percaya diri.
C.     Materi Pokok
·         Latihan Gerakan Meluncur

D.    Skenario Pembelajaran

No
Kegiatan
Alokasi Waktu
Metode
2.
Inti
-          Peserta didik di bariskan di pinggir kolam renang.
-          Peserta didik di beri arahan atau pokok pembelajaran yang akan di berikan.
-          Peserta didik di perintahkan untuk turun ke kolam renang dengan hati-hati.
-          Peserta didik di bariskan kembali dalam kolam sambil di beri  arahan pembelajaran meluncur dengan bentuk permainan.
-          Peserta didik di bagi menjadi2 kelompok yang sama, dengan cara peserta didik di suruh berhitung kemudian di pisahkan antara angka yang genap dan yang ganjil, untuk genap disebut elompok 1 dan yang ganjil kelompok 2.
-          Peserta didik di perintahkan untuk membuat sebuah persegi dengan jarak menyesuaikan yang terdiri dari 4 titik dimana stiap titik di wakili oleh satu orang dari kelompok yang melakukan dan sisanya menjadi benteng pertahanan.
-          Peraturanya peserta didik yang membentuk persegi akan di beri 2 buah pelampung dimana pelampung itu harus bisa di pindahkan dari titik 1 ke titik yang lain secara estapet dengan gerakan meluncur.
-          Setiap perpindahan pelampung dari titik satu ke titik yang lain bernilai satu point.
-          Peserta didik yang melakukan “jaga” harus bisa memegang pelampung itu sebelum pelampung itu sampai ke titik yang lain, supaya tidak terjadi point. Tiga kali pela pelampung itu terpegang oleh penjaga maka game selesai “GAME OVER” dan gantian gilirian untuk berjaga/bermain.
-          Setelah game selesai Peserta didik di beri pengertian akan tekhnik meluncur yang benar dan baik.
-          Peserta didik di perintahkan untuk Berdiri Dengan Kedua Tanganlurus, Bungkukkan Badan Ke Depan.
-          Kemudian Letakkan Kedua Kaki Pada Lantai Kolam, Hingga Badan Terdorong Ke Depandalam Sikap Mengembang Dan Meluncu
-          Selanjutnya berdiri dengan satu kaki sedangkkan kaki satunya di tekuk dan telapak kali menempel ke dingding kolam.
-          Selanjutnya peserta didik di perintahkan untuk meluruskan kdua tangan ke depan bungkukan badan kemudian tolakan kaki yang menempel didingding kolam,
-          Semua Peserta didik Di perintahkan melakukan gerakan meluncur sesuai kelompok yang sudah di bagi pada sesen sesion sebelumnya.
-          Peserta didik di perintahkan meluncur menuju jarak yang telah di tentukan.

15 menit

Ceramah
Demonstrasi
Komando
Tugas
3.
Penutup menuju 
-          Peserta didik dibariskan menjadi 2 staf diadakan evaluasi/ koreksi terhadap kegiatan yang baru dipraktekkan.
-          Kemudian dilanjutkan ke sesion Pendingan

5 menit

Ceramah
Diskusi

ttp://olahragaancha.blogspot.com/2011/03/tentang-renang.html 

Minggu, 23 Oktober 2011

PENGERTIAN MASALAH PENELITIAN


Secara umum (Notoadmojo)
Suatu kesenjangan (gap) antara apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi tentang suatu hal, atau antara kenyataan yang ada atau terjadi dengan yang seharusnya ada atau terjadi serta harapan dan kenyataan.

Pada Hakikatnya masalah penelitian kebidanan adalah:
Segala bentuk pertanyaan yang perlu dicari jawabannya, atau segala bentuk rintangan dan hambatan atau kesulitan yang muncul pada bidang kebidanan.

Syarat masalah dapat diangkat menjadi masalah penelitian
FINER
1. Feasible
Tersedia subjek, dana, waktu, alat dan keahlian
2. Interisting
Menarik bagi peneliti
3. Novel (memberi nilai baru)
Membantah/mengkonfirmasi penemuan terdahulu. Melengkapi, mengembangkan hasil penelitian terdahulu, menemukan sesuatu yang baru.
1. Ethical
Tidak bertentangan dengan Etika
5. Relevan
Bagi ilmu pengetahuan, tata laksana pasien, sebagai dasar penelitian selanjutnya.

Kepekaan terhadap masalah penelitian
Dipengaruhi oleh berbagai faktor yi:
1. Profesi
Profesi atau bidang pekerjaan seseorang dapat menjadi sumber minat untuk melakukan penelitian
Contoh: bidan yang bekerja di klinik akan lebih menyukai dan tertarik meneliti tentang kejadian yang sering dialami, misalnya: pemeriksaan kehamilan, persalinan, dll.
2. Spesialisasi
Keahlian khusus seseorang akan menyebabkan orang tersebut lebih peka terhadap masalah yang berkaitan dengan keahliannya.
Contoh: bidan yang selalu menolong persalinan, pasti dapat mengetahui lebih dalam tentang fisiologi dan patologi ibu bersalin. Sehingga dapat diidentifikasi masalahnya.
3. Akademis
Jenjang pendidikan berpengaruh terhadap terhadap kajian masalah yang diambil. Semakin tinggi jenjang pendidikannya maka semakin dalam kajian masalahnya.
4. Pengalaman lapangan
Seseorang yang mempunyai banyak pengalaman lapangan akan menambah kepekaannya terhadap masalah di bidangnya.
Contoh: Bidan yang sudah bekerja selama puluhan tahun di klinik, pasti menemukan banyak kesenjangan antara teori dan fakta di lapangan.
5. Bahan bacaan atau kepustakaan
Membaca dapat meningkatkan wawasan seseorang dan menambah pengetahuan sehingga pola berpikir kritisnya akan semakin berkembang
6. Diskusi ilmiah
Diskusi ilmiah juga dapat meningkatkan kepekaan terhadap persoalan yang ada.
Contoh: diskusi antara mahasiswi kebidanan dengan bidan berpengalaman atau dosen kebidanan sehingga dapat diperoleh masalah

Referensi
1. Pratiknya, 2000, Dasar-dasar Metodologi Penelitian dan Kesehatan, Jakarta, Raja Grapindo Persada.
2. Arjatmo Tjokro, 1999, Metodologi Penelitian Bidang Kedokteran, Jakarta, FKUI.
3. Sokidjo Notoatmojo, 1993, Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta, Rineka Cipta.

Selamat Ulang Tahun

Jika Ada Penulisan Yang Salah Harap Maklum Cz Keyboard sedikit Bermasalah.

Jumat, 21 Oktober 2011

Mengatur Uang Saku Butuh Keahlian

MANAJEMEN UANG SAKU:
MEMBANGUN KECERDASAN FINANSIAL SEJAK DINI
Oleh R.W. Dodo*
             Uang adalah suatu barang yang sangat misterius. Pergerakannya cukup sulit untuk dikendalikan. Lalai sejenak saja dalam memonitoringnya, semua uang yang semula menumpuk di genggaman tangan bisa ludes tanpa sisa. Untuk mengendalikannya butuh keahlian yang khusus.
            Untuk mempelajari keahlian pengelolaan keuangan tidak bisa didapatkan begitu saja dengan instant. Tidak bisa dipastikan dengan dewasanya usia, maka akan dewasa pula dalam mengambil kebijakan keuangan. Butuh step-step pembelajaran hingga kita bisa benar dewasa dalam memegang kendali uang kita.
            Tidak bisa dipungkiri, bahwa uang sangatlah penting bagi kelangsungan kehidupan kita. Semenjak zaman sejarah, uang sudah memeran penting dalam kehidupan manusia dan begitupun dewasa ini. Dalam hal apapun, untuk mewujudkan apa yang kita harapkan, saat ini tanpa uang tidak bisa berjalan. Untuk kelangsungan ibadah, pendidikan, bersosialisasi dengan sesama. Saat ini peran uang bisa jadi sangat menentukan. Apalagi di kehidupan komunitas kota yang cenderung materialis.
            Mengambil garis besar dari betapa pentingnya uang dalam kehidupan kita, dan untuk menjadi dewasa dalam finansial tidak bisa instant. Untuk itu, bisa menjadi sebuah kesimpulan bahwa, menajemen keuangan memang sangat penting untuk dipelajari sejak dini.
            Dengan begitu, anak akan semakin terbiasa dalam mengelola keuangannya sendiri. Dan ini akan bisa mendewasakannya dalam memilih kebijakan keuangan ketika ia benar-benar telah dewasa, dan sudah tertuntut untuk memanaj keuangannya dengan baik. Karena ia telah terbiasa sejak dini, dan masalah keuangan sudah dekat dengan dirinya.
            Untuk mengajarkan manajemen keuangan sejak dini, tentu saja kita tidak bisa dengan serta merta memberikan kuasa keuangan perusahaan atau keuangan rumah tangga kepada anak kita. Keuangan anak, yang sangat dekat dengan kehidupan mereka. Tentunya itulah yang pas untuk mereka gunakan berlatih dalam memanaj uang. Yaitu, uang saku.

Manajemen Uang Saku
Manajemen uang saku adalah pengelolaan uang saku dengan merencanakan penggunaan, mengatur penggunaan sesuai kebutuhan, dan menjalankan perencanaan penggunaan tersebut untuk mencapai tujuan efektifitas dalam penggunaan uang.
Dasar dalam manajemen uang saku
Hal mendasar dalam manajemen uang saku, seorang anak harus memahami terlebih dahulu system dalam peberian uang saku mereka. Ada tiga cara dalam pemberian uang saku;
1.  Uang saku yang diberikan tiap hari ketika hendak berangkat sekolah
2.  Uang saku yang diberikan tiap sebulan sekali ketika tanggal muda orang tua gajian
3.  Uang saku yang diberikan sewaktu-waktu ketika kita memintanya
             Perlu diperhatikan, pada dasarnya sudah umum tiap orang tua pasti akan menggunakan tiga macam bentuk ini. Entah apakah yang pertama, kedua, atau ketiga. Bahkan dalam hal ini tidak menutup kemungkinan juga orang tua ada yang menggunakan gabungan antara yang pertama dan kedua, atau yang kedua dan ketiga bahkan bisa juga ketiga-tiganya dilakukan.
            Ditilik dari segi keefektifan pendidikan anak, yang baik seharusnya yang dilakukan oleh orang tua adalah point yang pertama atau point yang ke dua. Jika yang ketiga, atau penggabungan antara ketiganya, hal itu tidak baik dilakukan. Karena akan berpengaruh kepada kemalasan dalam pengelolaan keuangan anak. Anak akan cenderung masa bodoh menggunakan uang, karena mereka akan selalu beranggapan kalau mereka butuh uang dan minta kepada orang tua, maka orang tua akan memberinya. Hal itu untuk kelangsungan kedewasan anak dalam hal keuangan akan buruk.
            Selanjutnya, dasar yang kedua anak harus bisa mengetahui kebutuhannya. pada dasarnya menurut tingkatannya, kebutuhan dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu;
1). Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum kebutuhan lainnya terpenuhi. Kebutuhan primer mutlak diperlukan agar manusia dapat hidup. Kebutuhan primer sering disebut juga dengan kebutuhan pokok, misalnya, makanan, pakaian, perumahan dsb.
2). Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan yang akan dipenuhi, apabila kebutuhan primer telah dipenuhi. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan pelengkap atau disebut juga kebutuhan kultural. Manusia tidak hidup dari nasi saja. Sebagai manusia berbudaya, yang hidup bermasyarakat, maka selain kebutuhan hidup pokok, manusia memerlukan berbagai hal lain kebutuhan lagi yang lebih luas dan beraneka ragam. Semua kebutuhan itu (selain kebutuhan hidup pokok) disebut kebutuhan sekunder. Sekunder (nomor dua) disini tidak berarti tidak penting. Kebutuhan sekunder, misalnya; perabot rumah tangga, sepeda, koran atau majalah.
3). Kebutuhan tersier / mewah, yaitu kebutuhan yang hanya dapat dipenuhi oleh orang yang memiliki tingkat kemampuan ekonomi tinggi atau orang kaya. Misalnya, rumah mewah, mobil mewah, dan lain-lain.
Contoh, yang diberikan pada tingkatan kebutuhan di atas adalah bentuk dari kebutuhan orang dewasa. Seorang anak bentuk dari kebutuhannya dalam tiap tingkatan berbeda. Karena ini menyangkut juga dari keuangan mereka. Mereka harus memahami ini. Contonya, jika kebutuhan primer, yang termasuk dalam golongan kebutuhan uang saku ini diantaranya yaitu; seperangkat peralatan sekolah, seperti pensil, bolpoint, penggaris, buku, jangka dsb.
Yang termasuk dalam kebutuhan sekunder diantanya yaitu; buku-buku penunjang kurikulum yang ada di sekolahan, jam tangan (untuk kebutuhan melatih mendisiplinkan waktu), kalkulator (untuk membantu jika pelajaran matematika) atau kamus bahasa, dsb.
Begitupun dengan kebutuhan tersier / kemewahan dalam uang saku siswa SMP, SMA, seperti kebutuhan primer dan sekunder. Mempunyai klasifikasi beda dengan kebutuhan tersier pada orang tua kebanyakan yang meliputi rumah mewah, mobil mewah, dsb. Dalam hal ini, mungkin yang termasuk dalam kebutuhan tersier pada anak siswa SMP, atau SMA adalah HP, MP3 Player, kamera digital dsb.

Langkah dalam manajemen uang saku
1.      Menentukan Tujuan Keuangan
Tujuan disini fungsinya adalah sebagai motivasi kita untuk melakukan pengaturan keuangan. Untuk itu, tidak boleh ragu. Harus benar-benar ditetapkan. Mau tidak mau, harus memilih salah satunya. Dan kalau bisa pilihan yang mempunyai nilai lebih tinggi. Karena, itu akan menuntut kedisiplinan kita dalam menggunakan uang saku tersebut.
Dalam membuat tujuan perencanaan uang saku ini, perlu memahami jangka sebuah tujuan. Jangka sebuah tujuan ada dua macam, yaitu tujuan yang berjangka pendek, dan tujuan yang berjangka panjang.
2.      Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang
Yang dimaksud dengan penganalisaan kondisi keuangan disini, adalah mengetahui bagaimana kondisi keuangannya sekarang. Mungkin apabila sistem pemberian uang saku model harian dengan nominal tertentu, berarti harus tahu uang tiap hari adalah sejumlah nominal itu. Dan harus sudah tahu, bagaimana dan apa saja yang perlu dialokasikan untuk penggunaan uang itu.
3.      Membuat Rencana Keuangan
Yang dimaksud dengan rencana keuangan, adalah membuat rincian pendapatan dan pengeluaran uang saku. Pada dasarnya, prinsip dari rencana keuangan ini adalah membuat bagaimana agar ’pengeluaran lebih sedikit dari yang diterima (alias pengeluaran harus lebih sedikit daripada pendapatan).’ Jangan sampai terjadi besar pasak dari pada tiang. Atau besar pengeluaran dari pada pendapatan.
4.      Melakukan Implementasi Dari Rencana Keuangan
Yang dilakukan untuk melakukan implementasi dari rencana keuangan adalah mengawali pengurutan tujuan-tujuan keuangan berdasarkan prioritasnya, selanjutnya meninjau terlebih dahulu tujuan keuangan yang paling penting.
5.      Monitor dan Evaluasi Berkala
Tahap terakhir dari rencana keuangan adalah monitor dan evaluasi berkala. Sesuai dengan tujuan dan langkah-langkah yang telah dilakukan di atas. Dalam hal ini perlu adanya pengecekan dalam tiap langkahnya. Hal ini sangat diperlukan dilakukan. Dimana untuk mengetahui kondisi keuangan dan perkiraan berapa persen tujuan akan bisa tercapai, dan langkah bagaimana untuk menghadapi jika ada kendala-kendala dalam proses perwujudannya.
Prinsip pada langkah memanaj uang saku, ada persentase baku yang tidak bisa ditiadakan. Yaitu persentase untuk uang tabungan. Persentase uang tabungan besarnya adalah kisaran 10-15% dari jumlah nominal uang yang ada. Sesuai dengan tujuang jangka panjang atau pendek.
Prinsip dalam menabung adalah mendahulukan menabung lebih dahulu sebelum mengeluarkan uang untuk yang lain.
           Itulah sekilas uraian tentang manajemen uang saku. Untuk lebih jelasnya bisa didialogkan bersama.Terima kasih! Semoga bermanfaat!

***
R.W. Dodo, (track record: Leader FLP Cab. Ciputat, Director Anakata Script Writer, Manager Literary Agency Mata Pena Writer, Direktori penulis Menulisyuk.com, Trainer, Mantan Staf Ahli Tim Kreatif BACA, Mantan Editor @Media, Pendiri Lingkar Sastra Tarbiyah (LST) UIN Jakarta) dan Redaktur Buletin SMART.
Blog:   - Multiply     : anakkata.multiply.com
http://asihputera.sch.id/index.php/artikel/147-manajemen-uang-saku